Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemasaran. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Mei 2018

Bentuk Komunikasi Vertikal Komunikasi ke Bawah

Komunikasi vertikal adalah arus Komunikasi dua arah timbal balik yang dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen memegang peranan yang sangat vital, yaitu Komunikasi dari atas ke bawah (downward communication) dan dari bawahan kepada atasan (upward communication). Dalam arus Komunikasi secara vertikal -- downward communication – atasan memberikan instruksi, petunjuk,informasi, penjelasan dan penugasan dan lain sebagainya kepada ketua unit kelompok dan bawahan. Kemudian arus Komunikasi diterima dalam bentuk -upward communication – bawahan memberikan laporan pelaksanaan tugas,sumbang saran, dan hingga pengaduan kepada pimpinannya masing-masing
Bentuk Komunikasi Vertikal Komunikasi ke Bawah

Komunikasi ke Bawah

Komunikasi ke bawah dalam sebuah organisasi berarti bahwa informasi mengalir dari jabatan berotoritas lebih tinggi kepada jabatan yang berotoritas lebih rendah (Pace dan Faules, 2000, p.184). Sementara itu Komunikasi ke bawah juga menunjukkan arus pesan yang mengalir dari para atasan atau para pimpinan kepada bawahannya (Muhammad, 2004, p.108).Katz & Kahn menjelaskan bahwa ada lima jenis informasi yang biasa dikomunikasikan dari atasan kepada bawahan (Pace dan Faules, 2000, p.185)yaitu:

1. Informasi mengenai bagaimana melakukan pekerjaan.
2. Informasi mengenai dasar pemikiran untuk melakukan pekerjaan.
3. Informasi mengenai kebijakan dan praktik-praktik organisasi.
4. Informasi mengenai kinerja pegawai.
5. Informasi untuk mengembangkan rasa memiliki tugas (sense of mission).

Kebanyakan Komunikasi ke bawah digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan yang berkenaan dengan tugas-tugas dan pemeliharaan. Pesan tersebut biasanya berhubungan dengan pengarahan, tujuan/disiplin, perintah, pertanyaan dan kebijaksanaan umum. Lebih lanjut Lewis menyebutkan bahwa Komunikasi kebawah adalah untuk menyampaikan tujuan, untuk merubah sikap, membentuk pendapat, mengurangi ketakutan dan kecurigaan yang timbul karena salah informasi,encegah kesalahpahaman,karenaurangnformasi dan mempersiap kan anggota organisasi untuk menyesuaikan diri dengan perubahan (Untuk menyampaikan informasi kepada bawahan dapat dilakukan dengan berbagai metode.

Empat klasifikasi metode yaitu: metode lisan, tulisan, gambar dan campuran dari lisan-tulisan dan gambar. Berdasarkan beberapa penelitian para ahli ditemukan bahwa metode lisan saja paling efektif digunakan untuk situasi memberikan teguran atau menyelesaikan perselisihan di antara anggota organisasi. 

Metode tulisan saja paling efektif digunakan untuk memberikan informasi yang memerlukan tindakan di masa yang akan datang, memberikan informasi yang bersifat umum, dan tidak memerlukan kontak personal. Sementara itu hasil penelitian setiap level menyatakan metode yang paling efektif adalah metode lisan diikuti tulisan. Mereka juga mengatakan bahwa pemakaian papan pengumuman dan metode tulisan saja kurang efektif digunakan (Muhammad, 2004, p.115). Bentuk Komunikasi yang biasa digunakan dalam tiap metode (Muhammad,2004, p.116) adalah sebagai berikut:

1. Metode Lisan
a. Rapat, diskusi, seminar, konferensi
b. Interview
c. Telepon
d. Sistem interkom
e. Kontak interpersonal
f. Laporan lisan
g. Ceramah

2. Metode Tulisan
a. Surat
b. Memo
c. Telegram
d. Majalah
e. Surat kabar
f. Deskripsi pekerjaan
g. Panduan pelaksanaan pekerjaan
h. Laporan tertulis
i. Pedoman kebijaksanaan

3. Metode Gambar
a. Grafik
b. Poster
c. Peta
d. Film
e. Slide
f. Display

Penjelasan Mengenai Komunikasi Verbal dan Komunikasi non Verbal

Bentuk-bentuk Komunikasi

Jaringan Komunikasi dalam suatu organisasi yaitu pesan, instruksi, dan informasi disampaikan secara resmi, yang artinya ditentukan oleh jenjang hirarki resmi organisasi dari atasan ke bawahan atau sebalik nya dan untuk melaksanakan fungsi pekerjaannya maka jaringan Komunikasi tersebut dinamakan jaringan Komunikasi formal.
Penjelasan Mengenai Komunikasi Verbal dan Komunikasi non Verbal

Di dalam Komunikasi organisasi maka terdapat dua bentuk Komunikasi yaitu:

1. Komunikasi Verbal
Komunikasi verbal yaitu Komunikasi yang menggunakan simbol atau kata-kata, baik yang dinyatakan secara oral maupun tulisan (Muhammad, 2004,p.95).

2. Komunikasi non Verbal
Komunikasi non verbal adalah penciptaan atau pertukaran pesan dengan tidak menggunakan kata-kata, seperti, menggunakan gerakan badan, sikap tubuh,kontak mata, vokal yang bukan berupa kata-kata, ekspresi muka, sentuhan, dan kedekatan (Muhammad, 2004, p.130).

Selain itu jaringan Komunikasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu Komunikasi formal dan informal. Bila pesan mengalir melalui jalan resmi atau formal yang ditentukan oleh hirarki resmi organisasi atau oleh fungsi pekerjaan maka pesan tersebut menurut jaringan formal. Sebaliknya jika pesan mengalir tidak melalui jalan resmi atau formal yang ditentukan oleh hirarki resmi organisasi atau oleh fungsi pekerjaan maka pesan tersebut menurut jaringan informal.

Ada tiga bentuk utama dari arus pesan dalam jaringan Komunikasi formal yang mengikuti garis Komunikasi seperti yang digambarkan dalam struktur organisasi (Muhammad, 2004, p.107) yaitu:
1. Downward communication atau Komunikasi kepada bawahan.
2. Upward communication atau Komunikasi kepada atasan.
3. Horizontal communication atau Komunikasi horisontal.

Fungsi Komunikasi Menurut Para Ahli Dalam Ilmu Penjualan

Adanya Komunikasi merupakan basis untuk melakukan kerjasama interaksi dan mempunyai pengaruh di dalam manajemen organisasi misalnya dalam hal:
Fungsi Komunikasi Menurut Para Ahli Dalam Ilmu Penjualan
1. Pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang diterima dan akurat serta jelas sumber-sumbernya.

2. Menempatkan posisi atau lokasi pengambil keputusan, misalnya topmanagement atau middle management.

3. Menetapkan sasaran dan tujuan, yaitu perlunya kesatuan pendapat atau konsensus bersama bagi pihak-pihak yang terlibat,baik individual maupun dengan pencapaian sasaran dan tujuan utama organisasi.

Myers & Myers (dalam Ruslan, 2002, p.103) menyebutkan bahwa secara luas fungsi Komunikasi pada suatu tingkat organisasi dapat di analisis sebagai berikut:

1. Produksi dan pengaturan

a. Menentukan rencana sasaran dan tujuan.
b. Merumuskan bidang-bidang masalah.
c. Mengkoordinasi tugas-tugas secara fungsional.
d. Instruksi, petunjuk, dan perintah untuk melaksanakan fungsi serta tugas-tugas yang harus dilaksanakan oleh bawahan.
e. Memimpin dan mempengaruhi serta untuk memotivasi bawahan.
f. Menentukan stándar hasil prestasi dan kerja karyawan.
g. Untuk menilai prestasi karyawan.

2. Sosialisasi (pemasyarakatan)

a. Berkaitan dengan yang mempengaruhi harga diri, kebanggaan, rasa memiliki, dan tanggung jawab dari pihak bawahan.
b. Human relations antar pribadi dan manajemen organisasi.
c. Memotivasi untuk menyatukan keinginan dan tujuan antara individu-individu dengan sasaran dan tujuan pokok organisasi atau perusahaan.

Selanjutnya, Mulyana (2001, p.5) menyebutkan empat fungsi Komunikasi berdasarkan pendapat William I Gorden yaitu:

1. Fungsi sosial

Fungsi Komunikasi sebagai Komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa Komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri,untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan antara lain melalui Komunikasi yang menghibur,dan memupuk hubungan dengan orang lain.
Dengan adanya Komunikasi maka akan menjadikan manusia sebagai pengikat waktu (time-binder) yaitu kemampuan manusia dalam mewariskan pengetahuan dari generasi ke generasi dan dari budaya ke budaya.

2. Fungsi ekspresif

Komunikasi ekspresif dapat dilakukan sendirian maupun dalam kelompok.Komunikasi ekspresif tidak otomatis bertujuan untuk mempengaruhi orang lain Namun dapat dilakukan sejauh Komunikasi tersebut menjadi instrumen untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi).
Perasaan-perasaan tersebut terutama dikomunikasikan melalui pesanpesan nonverbal seperti perasaan sayang, perasaan perduli, simpati, takut, prihatin, dan lain-lain.

3. Fungsi ritual

Komunikasi ritual merupakan sebuah fungsi Komunikasi yang digunakan untuk pemenuhan jati diri manusia sebagai individu, sebagai anggota comunitas sosial, dan sebagai salah satu unsur dari alam semesta. Individu yang melakukan Komunikasi ritual berarti menegaskan komitmen nya kepada tradisi keluarga, suku, bangsa, ideologi, atau agamanya. Beberapa bentuk Komunikasi ritual antara lain, upacara pernikahan, siraman, berdoa (sholat, misa, membaca kitab suci), upacara bendera, momen olah raga, dll.

4. Fungsi instrumental

Komunikasi yang berfungsi sebagai Komunikasi instrumental adalah Komunikasi yang berfungsi untuk memberitahukan atau menerangkan (toinform) dan mengandung muatan persuasif dalam arti bahwa pembicara menginginkan pendengarnya mempercayai bahwa fakta dan informasi yang disampaikan adalah akurat dan layak untuk diketahui. Dengan demikian fungsi komunikasi instrumental bertujuan untuk menerankan mengajar,menginformasikan, mendorong, mengubah sikap dan keyakin an, mengubah perilaku atau menggerakkan tindakan, dan juga untuk menghibur.

Rabu, 30 Mei 2018

Proses komunikasi dan Unsur-unsur dalam komunikasi

Komunikasi merupakan proses transaksional,di mana terjadi hubungan antara individu yang satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu agar seorang individu dapat menyampaikan pesannya secara efektif kepada orang lain maka diperlukan kemampuan untuk memahami komunikasi interpersonal.
Proses komunikasi dan Unsur-unsur dalam komunikasi
Komunikasi melibatkan tiga unsur yaitu pengirim (sender), media Komunikasi dan penerima (receiver). Jadi agar Komunikasi berlangsung, harus terdapat sumber (source) dan penerima (receiver) yang memiliki pengalaman yang sama. Hal ini didasarkan pada istilah dasar kata Komunikasi yaitu ‘communis’ yang artinya sama.Dengan demikian Komunikasi dapat berlangsung apabila terdapat kesamaan antara penerima dan pengirim. Kesamaan tersebut adalah kesamaan pengetahuan tentang bahasa atau sandi, konsep, sistem nilai,pengalaman, dan sebagainya.

Proses Komunikasi dapat diartikan sebagai transfer informasi atau pesan pesan (messages) dari pengirim pesan sebagai komunikator dan kepada penerima pesan sebagai komunikan, yang dalam proses Komunikasi tersebut bertujuan (feedback) untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding) antara kedua belah pihak

1. Hambatan yang bersifat teknis yaitu pesan dapat tidak utuh diterima komunikan karena gangguan teknis misalnya, suara tidak sampai karena pengeras suara rusak,kebisingan,lalu-lintasdan sebagai nya.

2. Hambatan bahasa yaitu pesan akan salah ditafsirkan sehingga tidak mencapai apa yang diinginkan.Jika bahasa bahasa yang kita guna kan tidak dipahami oleh komunikan yang mungkin dapat diartikan berbeda.

3. Hambatan bola salju yaitu pesan menjadi membesar sampai jauh yakni pesan ditanggapi sesuai dengan selera komunikan-komuni kator akibatnya semakin jauh menyimpang dari pesan semula, hal ini timbul karena:

  • a. Daya mampu manusia menerima dan menghayati pesan terbatas.
  • b. Pengaruh kepribadian dari yang bersangkutan.
Sebenarnya setiap macam, bentuk Komunikasi mempunyai hambatan masing-masing. Beberapa hal yang menghambat Komunikasi antara lain adalah:
  1. Sikap yang kurang tepat.Hal ini bisa jadi disebabkan kurangnya bergaul atau terlalu egois.
  2. Pengetahuan yang kurang sehingga tidak tahu apa yang harus dibicarakan atau sedang dibicarakan.
  3. Kurang memahami sistem sosial sehingga kurang bisa menangkap pembicara,kurang memperhatikan adanya perbedaan kebiasaan, tradisi, budaya setempat,bahasa, dan sebagainya.
  4. Adanya rasa curiga, prasangka, tidak percaya dan tidak mendasar.

Unsur Utama Dalam Menjalin Kerjasama Dengan Kolega dan Pelanggan

Unsur utama dalam menjalin kerjasama dengan kolega dan pelang gan adalah melakukan komunikasi, Dengan adanya Komunikasi maka akan memungkinkan seseorang untuk mengkoordinasikan suatu kegiatan kepada orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Namun demikian, komunikasi bukan hanya sekedar transfer makna, melainkan mengan dung suatu proses transaksional, yaitu berkaitan erat di mana orang berkomunikasi dengan pihak lainnya dalam upaya membentuk suatu makna serta mengembangkan harapan-harapannya, Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dijelaskan setiap inti dari pernyataan di atas yaitu:
Unsur Utama Dalam Menjalin Kerjasama Dengan Kolega dan Pelanggan
1. Mempertukarkan symbol,artinya bahwa dalam sebuah proses komunikasi akan terjadi pertukaran symbol antara komunikator dengan komunikan. Simbol tersebut memiliki pengertian yang sama dan dapat disampai kan secara lisan maupun tulisan.

2. Membentuk makna tertentu, artinya bahwa komunikasi itu bersifat transaksional, di mana orang akan saling belajar satu sama lain, tukar pengalaman atau pengetahuan melalui simbol-simbol yang sama-sama dimengerti san membentuk suatu makna tertentu yang dapat dipahami oleh kedua belah pihak. Semakin sering orang berkomunikasi maka akan semakin banyak memiliki makna yang sama Semakin banyak berkomuni kasi dalam sebuah organisasi maka akan semakin besar pula kemungkin an untuk mengembang kan suatu kesepakatan (consensus) dan hingga mampu mencipta kan opini dan persepsi.

3. Mengembangkan harapan-harapan, yaitu mempelajari simbol-simbol tersebut dan kemudian menghubungkan dengan pengalaman yang di- peroleh serta mengamati dan menganalisis apa yang dilakukan oleh pi- hak lain ketika menggunakan simbol-simbol tersebut.