Tampilkan postingan dengan label Tips Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Usaha. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Juni 2018

Menentukan Lokasi Yang Tepat Untuk Membuka Usaha Bengkel Sepeda Motor

Sebagaimana bisnis yang lain, lokasi kembali jadi kunci utama keberhasilan usaha ini. Meski tidak mutlak, namun jika kamu bisa memperoleh lokasi yang tepat, minimal kamu pasti akan lebih mudah dijangkau calon pengguna jasa kamu. Misalnya di pinggir jalan raya di mana lalu lintas kendaraan memang sangat tinggi. 
Menentukan Lokasi Yang Tepat Untuk Membuka Usaha Bengkel Sepeda Motor

Di sini kamu harus pandai juga menarik perhatian orang dengan menunjukkan secara pasti keberadaan usaha kamu dengan membuat papan nama yang cukup besar. Cara lain, kalau bisa kamu menyewa lokasi di pelataran parkir kendaraan. Misalnya di parkiran mal atau di kampus. Coba ajak kerja sama pemilik lahan parkir agar mau memberikan sebagian jatah tempat untuk space kamu membuka bengkel. Nah, jika kamu bisa mendapat lokasi seperti ini kamu bisa membuka jasa ringan seperti tambal ban, ganti oli, dan servis ringan. Jadi, sembari orang melakukan aktivitasnya, setelah selesai mereka akan mendapati kendaraan yang lebih paten tanpa harus datang ke bengkel yang jauh dan lokasi kegiatan mereka.

Biaya sewa ini bisa sangat bervariasi. Mungkin hanya Rp 200 – 500 ribuan per bulan, tapi bisa juga lebih dari itu. Bisa juga kamu nego agar diberikan sistem pembayaran berdasar jumlah kendaraan yang masuk ke bengkel kamu, misalnya per kendaraan kamu beri kepada pemilik lahan Rp 10 ribu per kendaraan.

Oh ya, jika kamu menyewa di pinggir jalan protokol, sudah tentu kamu harus mengeluarkan biaya yang lebih besar. Biayanya berkisar Rp 1 jutaan per bulan belum termasuk renovasi tempat. Dan, jangan kaget jika nantinya usaha ini makin besar, orang yang menyewakan pun akan menaikkan biaya sewanya. Untuk itu, usahakan jika punya tabungan lebih dari usaha ini coba mulai investasikan juga untuk membeli tanah atau bangunan yang bisa kamu jadikan tempat praktek kamu.

Jumat, 22 Juni 2018

Cara Menentukan Modal Untuk Membuka Usaha Bengkel Sepeda Motor

Modal kerja yang utama usaha ini adalah untuk menyediakan berbagai peralatan perbengkelan. Selain itu, sediakan juga aneka spare part dasar seperti busi, kabel rem, lampu motor, rantai, gear, oli, dan aneka tetek bengek lainnya yang biasa diperlukan kendaraan bermotor. 
Cara Menentukan Modal Untuk Membuka Usaha Bengkel Sepeda Motor

Selain itu, kamu juga harus menyiapkan diri untuk mengikuti kursus otomotif tingkat lanjut jika ingin menjadikan bengkel kamu benar-benar makin dipercaya orang. Kalau perlu, seperti dokter, kamu juga bisa menjadi spesialis tertentu. Misalnya menjadikan bengkel kamu sebagai bengkel khusus perbaikan shock breaker, atau misalnya bengkel spesialis lomba alias menjadikan bengkel kamu sebagai bengkel kendaraan yang ingin disetel untuk lomba pacu kendaraan. 

Jika kamu makin ahli dan makin spesial, selain bisa untuk memperjelas posisi kemampuan kamu, hal ini bisa juga jadi sarana promosi usaha kamu. Biayanya untuk bengkel yang makin lengkap sudah tentu lebih mahal daripada sekadar bengkel untuk servis ringan.

Kamis, 08 September 2016

10 Prinsip Cara Berpikir dan Bertindak Ala Orang Kaya

10 Prinsip Cara Berpikir dan Bertindak Ala Orang Kaya
Bagaimana cara supaya kita bisa berpikir, bersikap dan bertindak seperti orang kaya. Nah pertanyaan itulah yang akan kita jawab bersama kali ini.

10 prinsip super yang harus kita lakukan kalau kita mau berpikir, bersikap dan bertindak seperti orang kaya. Tujuannya jelas supaya kita bisa sukses dan kaya semuda mungkin.

Prinsip 1 : Orang Kaya Tidak Mau Jadi Orang Biasa-Biasa Saja

Lihat dan perhatikan orang kaya raya, seperti Bill Gates, Mark Zuckerberg, Hendry Ford, dan banyak lagi. Apa mereka itu orang biasa? Jelas tidak. Orang-orang seperti mereka bukanlah orang biasa. Orang kaya (yang baik) itu bukan orang biasa. Satu hal yang saya yakini sampai saat ini adalah cara terbaik untuk menjadi orang biasa adalah dengan melakukan sesuatu yang biasa-biasa saja. Melakukan sesuatu secara biasa-biasa saja di sini maksudnya adalah tanpa inovasi. Dalam artian standar saja (ikut arus). Misalnya orang A saya ikut A, orang-orang pada bilang B itu bagus maka pilih B.

Orang-orang yang sukanya ikut arus dan tidak berani tampil beda, biasanya yang didapatnya juga biasa-biasa saja. Seperti dapat bayaran untuk orang biasa (gaji kecil), penghormatan kepadanya juga biasa dan bayak lagi hal biasa yang ia dapatkan. Jadi mulai dari sekarang, yuk kita jadi orang yang tidak biasa ☺. Jadilah inovatif.

Prinsip 2 : Punya Target (Impian) dan Jelas Sekali

Mengenai Impiannya Salah satu ciri orang kaya dan orang sukses adalah mereka punya target dan jelas sekali mengenai target (impian) tersebut. Apakah Anda sudah punya impian? Pernahkah Anda membaca novel laskar pelangi karya Andrea Hirata? Atau mungkin pernahkah Anda menonton film laskar pelangi? Lewat karya Andrea Hirata itu kita tahu bahwa kekuatan sebuah impian sangatlah luar biasa.

Kita bisa hidup dengan nyaman saat ini karena impianimpian orang-orang masa lalu. Dapatkah Anda bayangkan seperti apa hidup kita saat ini kalau dulu orang-orang tidak pernah bermimpi ingin terbang memakai pesawat? Impian punya kekuatan yang sangat kuat untuk mendukung kita menjadi lebih sukses dan berhasil. Kita hidup karena ada mimpi.

Jika kita tidak punya target maka kita itu seperti berjalan menelusuri jalan tapi kita tidak tahu mau ke mana. Buang-buang energi kan? . Hidup cuma sekali, dan waktu hidup banyak dihabiskan dengan melakukan sesuatu yang tidak jelas target (tujuannya). Untuk itu kalau mau sukses semuda mungkin, miliki target dan impian. Impian apa saja. Entah itu cita-cita profesi nanti, impian bisa punya peteranakan seluas 40 hektar lengkap dengan kuda-kude terbaik, punya pesawat pribadi, atau apapun.

Nah setelah Anda punya impian, maka perjelas dan jelaskanlah pada diri Anda sendiri mengenai bagaimana cara agar mencapai impian tersebut. Ini penting, penting sekali sebab dengan mem-visualisasikan impian kita, diri kita akan makin terpacu untuk sampai pada impian tersebut. Satu pesan saya, meskipun impian Anda itu sangat besar jangan pernah katakan tidak mungkin. Jangan menjadi orang pertama yang meragukan kemampuan Anda, hormati diri Anda, sebab jika Anda ikhlas melakukan yang bisa Anda lakukan saat ini maka Tuhan akan menunjukkan jalan untuk mencapai impian tersebut.

Prinsip 3 : Orang Kaya Selalu Belajar

Pernah dengar petuah belajarlah sampai ke negeri Tiongkok? Saya yakin sebagian besar dari Anda pernah mendengarnya. Petuah lama itu memang sangat relevan sampai saat ini, meskipun petuah kuno, lama, tapi petuah itu tidak pernah tergerus deburan ombak dinamika zaman, tetap mengendap di hati kita manusia sekarang ini.

Siapapun kita sekarang, entah kita direktur perusahaan multinasional, motivator terkemuka, pelajar SMP (SMA atau SD), pekerja profesional, dokter atau siapa saja kita tetap butuh belajar. Bagi orang yang mau sukses, belajar adalah suatu kebutuhan. Semakin banyak hal yang kita pelajari maka semakin banyak ilmu kita, bukankah Tuhan itu meninggikan derajat orang yang berilmu. Apalagi jika ilmunya itu bermanfaat bagi sesama. 

Untuk itu jangan pernah bolos di sekolah (buat teman-teman yang masih pelajar), bacalah buku, banyak-banyaklah membaca artikel, ikuti seminar, dan teladani orang yang sudah berhasil.

Prinsip 4 : Berfokus Pada Tindakan

Orang kaya sadar betul bahwa kesuksesan ada di alam tindakan, sebagus apapun rencana yang kita buat tetap saja tidak ada artinya kalau kita tidak betindak. Sebab perlu kita sadari bahwa bentuk terbaik dari rencana adalah tindakan.

Berapa banyak orang-orang yang sampai pensiun tidak membangun bisnis sendiri karena cuma berencana membangun bisnis tetapi tidak pernah bertindak memulai bisnis? Latihan bertindak ini tidak bisa kita lakukan hanya sesekali, kita harus menamamkan kebiasaan bertindak sejak kecil (sedini mungkin).

Ingat ya, orang pintar kalah dengan orang berani. Jadi bertindaklah. Lakukan sesuatu untuk mencapai impian Anda. Semakin cepat Anda memulai dan bertindak maka akan semakin cepat pula Anda mendapatkan.

Bukan apa yang kita katakan yang membuat kita diperhitungkan, akan tetapi apa yang kita lakukanlah yang akan diperhitungkan. Jadi lebih baik kita berfokus pada tindakan dibanding berbicara “koar-koar” tidak jelas. So, bertindaklah.

Satu kata-kata Pak Mario Teguh yang selalu terngiang di telinga saya adalah lebih baik salah keras, daripada benar tapi tidak kedengaran. Dan kata-kata itu membuat saya menjadi orang yang sangat berani bertindak untuk menggapai impian.

Prinsip 5 : Orang Kaya Menerapkan Rumus ATM

Pernah dengar rumus ATM?
Wah rumus apa itu?
Bagaimana logikanya? 
Apakah ada hubungannya dengan integral atau algoritma?

Rumus ATM sangat sederhana. Bunyi dalilnya seperti ini,
Sukses = Amati + Tiru + Menambahkan
Sederhana sekali bukan?
Namun meskipun rumusnya sederhana dampak dari rumus ini tidak sederhana lho.

Amati
Untuk sukses Anda perlu memiliki seorang panutan (idola) yang harus diamati. Misalnya Anda ingin sukses menjadi pembicara motivasi seperti Pak Mario Teguh, maka Anda harus mengamati dulu seperti apa Pak Mario Teguh, amati cara bicaranya, amati sikapnya ketika di depan audiens, perhatikan bagaimana cara beliau membangun brand (merek) dan sebagainya. Nah dari proses mengamati inilah kita bisa belajar.

Tiru
Setelah Anda mengamati, maka tirulah panutan tersebut. Tiru bagaimana cara bicara Pak Mario, kata-kata “supernya”, tiru pula bagaimana cara dia bersikap, pelajari cara-cara berbicara di depan publik dan sebagainya. Meniru itu baik, asalkan meniru hal yang baik.

Menambahkan
Setelah kita meniru maka saatnya kita berinovasi, kan setiap orang punya kelebihan-kelebihan masingmasing. Nah tambahkanlah kelebihan itu, jika sebelumnya kita mengamati, lalu meniru maka terakhir tambahkanlah inovasi dari Anda. Misalnya dalam contoh di atas, mau jadi pembicara motivasi maka kita bisa mencoba berinovasi, misalnya dalam gaya bahasa, materi dan lain sebagainya.

Penarapan dari konsep rumus ATM ini sangat magic, dan saya sudah buktikan sendiri. Jadi, apakah Anda tertarik mencoba?

Prinsip 6 : Orang Kaya Itu Banyak Bersedekah

Kalau teman-teman sudah baca buku 7 Keajaiban Rezeki karya Kak Ippho Santosa maka teman-teman pasti sudah tahu bahwa

Nah apakah teman-teman sudah banyak bersedekah? Bukankah sebelumnya kita sudah merenungkan betapa beruntungnya hidup kita karena ada banyak sekali hal-hal yang bisa kita syukuri. So, mudah-mudahan kita lebih sering lagi bersedekah dan kita bisa menjadikan sedekah sebagai kebiasaan kita.

Bicara soal sedekah, ada banyak cara sedekah yang bisa kita lakukan lho. Tidak harus uang, akan tetapi ada banyak cara lain. Seperti :
· Sedekah ilmu, misalnya teman-teman punya ilmu, nah teman-teman bisa bagikan ilmu itu kepada orang-orang. Misalnya lewat karya tulis (seperti artikel, ebook, buku, dsb), lewat diskusi dan banyak lagi. Mudah-mudahan dengan sedekah ilmu, ilmu kita bisa ditambah lebih banyak lagi. Aamin.
· Sedekah tenaga.
· Sedekah pikiran.
· Sedekah hal-hal baiknya.
Satu hal yang harus kita latih dalam bersedekah adalah ikhlas dan zero pamrih. Apa itu zero pamrih? Zero pamrih adalah istilah bahwa kita bersedekah tidak berharap pamrih pada manusia, melainkan ikhlas untuk memohon berkat dan berkah dari Tuhan. Yuk, sedekah.

Prinsip 7 : Orang Kaya Selalu Punya Nilai Tambah

Orang kaya itu mengerti bahwa uang (rezeki) datang dari penciptaan nilai tambah untuk orang lain. Kalau kita mau mendapatkan uang, maka ada sesuatu yang harus kita tukar bukan? Oleh karena itu membuat diri kita punya nilai tambah adalah hal yang sangat penting. Bagaimana cara supaya diri kita bisa punya nilai tambah?

Tentunya dengan menjadi sebaik-baiknya pribadi, misalnya dengan :
· Berlaku lebih hormat dan ramah pada orang lain.
· Lebih banyak melayani orang lain.
· Menjadi lebih disukai oleh orang lain, lha gimana caranya? Buat orang lain suka sama Anda, misalnya dengan menjadi orang yang humoris, suka membantu dan tidak suka ngomongin orang lain, dan banyak lagi cara lainnya. Bicara soal nilai tambah, nah ini saya punya kata-kata mutiara yang bagus lho.

Prinsip 8 : Selalu Mengambil Resiko yang Diperhitungkan

Salah satu syarat mutlak yang harus kita miliki kalau mau jadi orang yang sukses dan kaya adalah berani mengambil resiko. Tentu saja resiko yang diperhitungkan. Ada yang bilang semakin banyak kita mencoba, semakin besar peluang kita untuk berhasil. Nah kalau begitu mari kita ambil resiko dalam hidup ini.

Tentu saja kita mengambil resiko yang membaikkan kehidupan. Akan tetapi kalau kita mengambil resiko, bagaimana kalau kita salah? Orang sukses itu bukan orang yang tidak pernah salah, akan tetapi orang sukses adalah orang yang cepat belajar dari kesalahan. Buat salah, lalu perbaiki dan pelajari. Buat salah lagi, perbaiki dan pelajari lagi. Bukankah semakin banyak salah, semakin banyak kita belajar.

Tapi ingat, jangan sampai jatuh di kesalahan yang sama, kalau jatuh di kesalahan yang sama itu tandanya kita belum belajar. Jadi makin cepat kita salah, makin cepat kita belajar. Setuju? So, teman-teman ku yang baik hatinya, yuk kita tidak takut gagal lagi, ambil resiko. Sebab dibalik kegagalan pasti ada keberhasilan. Mudah-mudahan kita lebih berani mengambil resiko.

Prinsip 9 : Orang Kaya Menggunakan Sistem

Ya, salah satu syarat kalau kita mau kaya adalah menciptkan sistem. Lihatlah perusahaan-perusahaan besar seperti KFC, Starbucks, Mac Donalds, mereka semua punya sistem. Dalam bisnis dikenal ada istilah yang namanya franchise (waralaba). Nah perusahaan-perusahaan seperti yang saya sebutkan itu punya sistem yang namanya franchise, dengan sistem itu mereka bisa berkembang sangat cepat seperti virus yang menyebar.

Dengan sistem yang namanya franchise, KFC misalnya bisa buka cabang tanpa perlu keluar modal uang. Lho koq bisa gitu? Iya karena mereka bekerja sama dengan orang lain. Bagaimana caranya? Sudah deh, Anda baca langsung di http://id.wikipedia.org/wiki/Franchise :).

Tapi di sini kita tidak bicara soal bisnis waralaba, bisnis waralaba (franchise) adalah salah satu bentuk sistem yang ada dalam bisnis. Nah kalau kita mau kaya kita perlu punya sistem. Orang kaya itu membuat sistem atau mengadopsi sistem yang sudah terbukti berhasil, mereka maunya punya sistem sendiri. Sebab si pemilik sistemlah yang akan sukses.

Contoh dalam sebuah perusahaan, lebih kaya mana si pemilik atau si karyawan? Pemilik bukan? Nah itu karena si pemilik punya sistem perusahaan itu. Kalau karyawannya mah, cuma pekerja di sistem itu. Sederhana sekali ya? Siapa yang punya sistem dia yang kaya. Lalu bagaimana caranya membangun sistem? Nah itu perlu kita pelajari. Cara membangun sistem tidak kita bahas di ebook ini, kita harus belajar dari pengalaman langsung di dunia nyata. So, sahabat-sahabat Indonesia yang super (*Mario Teguh : mode ON) yuk kita miliki sistem.

Prinsip 10 : Orang Kaya Tidak Sinis

Pernah liat orang sinis? Gimana sih orang sinis itu? Orang sinis itu biasanya suka memandang rendah atau merendahkan orang lain. Contohnya seperti ini, Misalnya dia (orang sinis) dinasehati nasehat baik, dan dia jawab.. ahh teori. Atau seperti ini jawabannya iya, ngomongnya aja mudah. HL. 

Mencken mengatakan bahwa orang yang sinis adalah orang yang bila mencium bau bunga, dia kemudian akan mencari peti mati di sekelilingnya. Dalam artian orang itu selalu mencari sisi hitam dari satu peristiwa. Gak enak kan kalau punya teman orang sinis?

Orang sinis ini sangatlah susah untuk sukses, untuk itu sifat sinis yang mungkin saja ada di dalam diri kita haruslah kita buang jauh-jauh. Setuju kawan? Kalau kita selalu sinis terhadap hal-hal baik, kapan hal baik itu kita dapatkan. Padahal semakin banyak hal baik yang kita dapatkan semakin baik pula kehidupan kita. Nah teman-teman, itu dia 10 prinsip orang kaya, mudah-mudahan bermanfaat.

Demikian artikel semoga menjadi inspirasi dan dapat bermanfaat bagi para calon pengusaha baru.

Berpikir dan Bertindak Seperti Orang Kaya Adalah Rahasia Sukses Sejak Muda

Berpikir dan Bertindak Seperti Orang Kaya Adalah Rahasia Sukses Sejak Muda

Apakah kita perlu jadi kaya? Ya.. perlu.

Mulai sekarang jangan lagi kita pura-pura soal uang. Uang itu penting, tapi ingat bahwa tidak semua hal bisa kita beli dengan uang. Uang memang penting tapi jangan menjadikan uang sebagai sesuatu yang pokok.

Jangan pernah berpikir Anda bisa membeli seseorang dengan uang!!. Sering sekali kita mendengar atau bertemu dengan orang yang mengatakan, saya tidak kaya tidak apa-apa, lebih baik saya miskin daripada banyak harta tapi jadi pelit, lupa diri dan sombong. Mungkin mereka bilang begitu, tapi saya yakin kalau orang-orang itu dikasih uang banyak pasti mereka mau.

Tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat pada orang-orang tipikal di atas, memang itulah gambaran budaya orang-orang kita saat ini. Mereka tidak bisa disalahkan, karena kesalah pengertian mereka. Karena memang kita sering melihat sebagian kecil orang kaya yang lupa diri, sombong, dan merugikan sesama. Contoh nyatanya lihat pada koruptor di TV itu.

Akan tetapi, akan sangat baik kalau mulai sekarang kita membantu sesama kita untuk mendapatkan pengertian baru bahwa tidak semua orang kaya itu jelek, jadilah kaya agar kita bisa mendermakan sedekah lebih banyak, agar kita bisa mendirikan sekolah bagi anak-anak berkekurangan, atau membantu pengobatan sesama kita yang masih kesulitan hidup.

Kekayaan itu bukan cuma harta dan materi loh. Kita tidak boleh mempersempit pandangan bahwa kekayaan itu hanya materi dan uang. 

Kekayaan lebih dari sekedar itu, Apakah iman termasuk kekayaan? 

Apakah kesehatan, nama yang baik dan pengaruh bagi kebaikan sesama itu kekayaan?

Ya.. jelas.

Maka mari kita mengkayakan diri kita.
Kekayaan sering dianggap sebagai salah satu indikator sukses atau tidaknya seseorang. Maka dari itu kalau kita mau sukses semuda mungkin, kita perlu membangun yang namanya kebebasan finansial, dan kesalehan pribadi sejak muda. 

Bagaimana cara supaya kita bisa segera membangun kebebasan finansial sejak muda?

Caranya adalah dengan berpikir dan bertindak seperti orang kaya. Tentunya seperti orang kaya yang baik. O iya, mungkin Anda bertanya-tanya kenapa sih kita perlu membangun kebebasan finansial sejak muda? Mari simak alasannya.

Kenapa Perlu Membangun Kebebasan Finansial?

Kebebasan finansial adalah suatu keadaan di mana kita tidak perlu lagi bekerja untuk mendapatkan penghasilan yang cukup. Cukup mengandalkan aset yang sudah kita bangun. 

Apa sih aset itu? 

Mungkin teman-teman belum tahu yang namanya aset.

Aset itu adalah kekayaan yang bisa menghasilkan uang untuk kita. Contoh aset misalnya : nama baik, kantor yang dipakai untuk bisnis, motor yang dipakai untuk ngojek (kerja), mesin di pabrik dan lain sebagainya. Selain aset ada yang namanya liabilitas (beban). Liabilitas ini adalah barang/sesuatu yang ada pada kita, tapi keberadaannya justru mengurangi uang kita. Misalnya motor yang cuma dipakai buat gayagayan, mobil yang dipakai untuk sekedar pamer, gadget yang cuma dipakai buat senang-senang dan banyak lagi.

Orang kaya itu adalah orang yang membangun aset, mereka tidak tergoda untuk pakai barang-barang mahal hanya demi pamer agar tidak dikira miskin. Orang yang bangga pakai barang mahal biasanya adalah orang yang yakin dirinya murah. Nah berikut ini beberapa alasan kenapa kita harus berusaha semuda mungkin mencapai yang namanya kebabasan finansial.

· Biaya hidup semakin hari semakin mahal. Dulu waktu tahun 2006, harga gorengan di Lubuklinggau (kota saya) adalah 250 / buah (1000 dapat 4 buah gorengan). Sementara sekarang 2012, harga gorengan sudah 2000 rupiah/3 buah. Terlihat kan kalau biaya hidup semakin mahal? Itu baru gorengan lho, belum biaya pulsa, biaya sekolah dan banyak lagi.

· Biaya pendidikan itu mahal. Pendidikan itu sangat-sangat-sangat penting, dengan pendidikan yang baik seseorang bisa menjadi pribadi yang lebih berilmu dan bermanfaat, untuk itu jangan sepelekan pendidikan. Tapi yang jadi masalah, semakin tahun biaya pendidikan semakin naik.

· Hidup ini butuh fasilitas. Coba deh teman-teman perhatikan, seberapa penting handpone sekarang. Mungkin kalau tahun 80-an dulu, handpone bukanlah kebutuhan pokok. Tapi coba sekarang, sebagian besar orang butuh handpone. Nah makin hari biaya untuk faslitas hidup kita (seperti handpone, laptop, gadget, asuransi dan lainnya ) semakin mahal.

· Untuk mempersiapkan masa pensiun yang cemerlang dan penuh kesejahteraan. Berapa banyak orang-orang di sekitar kita yang masa tuanya “berat”? Biaya kesehatan mahal, tapi untuk membiayanya tidak sanggup, belum lagi tanggungan anak-anak dan cucu-cucunya. Gak mau kan kalau masa tua kita nanti hidupnya susah dan kita masih harus bekerja keras padahal sudah saatnya kita pensiun? Untuk itu kita harus siapkan masa pensiun dari sekarang, jangan berharap uang pensiun dari orang lain, tapi buatlah tabungan pensiun Anda sendiri.

Sudah tahukan, kenapa kita perlu jadi sukses dan kaya semuda mungkin?

Demikian artikel semoga menjadi inspirasi dan dapat bermanfaat bagi para calon pengusaha baru.

Sabtu, 03 September 2016

Sifat Dasar dan Perkembangan Kewirausahaan

Sifat Dasar dan Perkembangan Kewirausahaan
Siapakah yang disebut sebagai seorang pengusaha? Apakah yang dimaksud dengan kewirausahaan? Apakah proses kewirausahaan itu? Pertanyaan yang sering diajukan ini menunjukan perhatian nasional dan internasional yang semakin besar dalam bidang kewirausahaan dikalangan individu, para profesor dan mahasiswa, dan pejabat pemerintah. Tetapi, meski dengan seluruh perhatian belum ditemukan. Perkembangan teori kewirausahaan selaras dengan luasnya perkembangan di dalam istilah itu sendiri. Kata pengusaha (entrepreneur) berasal dari bahasa Prancis, dan jika diterjemahkan secara bahasa, berarti "diantara - pengambil" (between-taker) atau "menuju-di antara" (go-between).

Periode Awal
Contoh definisi paling awal dari pengusaha sebagai sebuah go-between adalah Marco Polo, yang mencoba untuk mengembangkan rute perdagangan hingga Timur Jauh. Sebagai seorang yang go-between, Marco Polo akan menandatangani kontrak dengan pemilik uang (pelapor adanya modal ventura saat ini) untuk menjual barangnya. Kontrak yang umum pada periode tersebut adalah memberikan pinjaman kepada pedagang-pengembara pada tingkat 22,5 persen, termasuk asuransi. Sementara si kapitalis menanggung resiko secara pasif, pedagang-pegembara mengambil peran yang aktif dalam perdagangan dengan menggunakan seluruh resiko fisik dan emosial. Ketika Pedagang-pengembara sukses dalam menjual dan menyelesaikan perjalanannya, keuntungan yang diperoleh akan dibagi, dimana sikapitalis akan mengambil bagian yang paling besar (sampai 75 persen), sementara si pedagang-pengembara akan menerima 25 persen sisanya.

Abad Pertengahan
Pada abad pertengahan, istilah pengusaha sudah digunakan untuk menggambarkan pelaku maupun orang yang mengelola proyek-proyek produksi besar. Pada proyek-proyek seperti itu, orang-orang ini tidak mengambil resiko apa-apa, melainkan mengelola proyek dengan sumber daya yang disediakan, biasanya oleh pemerintah suatu negara. Satu jenis pengusaha pada abad pertengahan adalah klerek (clerec) orang yang ditugaskan untuk pekerjaan arsitektur, seperti kastil dan menara, gedung-gedung umum, dan katedral.

Abad ke-17
Munculnya kembali kaitan antara risiko dengan kewirausahaan berkembang pada abad ke-17, dimana pengusaha adalah orang yang menjalankan kerja sama dengan pemerintah untuk menyediakan jasa atau produk yang ditentukan. Karena harga kontrak telah ditentukan, maka setiap laba atau rugi yang terjadi menjadi milik pengusaha. Salah satu pengusaha pada periode ini adalah John Law, asal Prancis, yang diizinkan untuk mendirikan sebuah bank kerajaan. Bank tersebut perusahaan dagang di dunia baru The Mississipi Company. Sayangnya, monopoli atas perdagangan Prancis ini mendorong kejatuhan Law ketika ia berusaha mendongkrak lebih tinggi harga saham perusahaan daripada nilai asetnya, yang kemudian beakibat pada kejatuhan perusahaan.

Richard Cantillon, seorang ekonom dan penulis pada tahun 1700-an, menyadari kesalahan Law. Cantillon mengembangkan satu dari teori awal tentang kewirausahaan dan dipandang sebagai salah satu penemu istilah tersebut. Ia melihat pengusaha sebagai seorang yang mengambil resiko, mengamati bahwa pedagang, petani, perajin, dan pemilik usaha perseorangan sebagai "membeli pada harga tertentu dan menjual pada harga yang tidak pasti, sehingga menanggung resiko perasi".

Abad ke-18
pada abad ke-18, seseorang yang mempunyai modal dibedakan dari orang membutuhkan modal. Dengan perkataan lain, pengusaha dibedakan dari penyedia modal (yang sekarang dikenal sebagai pemodal ventura). Di antara alasan pembedaan ini adalah industrialisasi yang terjadi diseluruh dunia. Banyaknya penemuan yang berkembang selama periode ini adalah hasil dari dunia yang tengah berubah, seperti kasus penemuan Eli Whiney dan Thomas Edison. Baik Whitney maupun Edison tengah mengembangkan sebuah teknologi baru dan tidak dapat membiayai sendiri 

Jumat, 29 Juli 2016

Manfaat Mempelajari Kewirausahaan

Manfaat Mempelajari Kewirausahaan

Mempelajari pengetahuan dan praktek kewirausahaan mempunyai beberapa manfaat. Manfaat tersebut akan memberikan kita pilihan karir untuk berperan menjadi:

1. Wirausahawan (entrepreneurs)
2. Wiramanajer (intrapreneurs)
3. Wirakaryawan (innopreneurs)
4. Ultramanajer (ultrapreneur)
5. Pendidik/ Pemikir

Jika wirausahawan adalah orang yang menjalankan usahanya sendiri, wiramanajer adalah orang yang memiliki kemampuan sebagai wirausahawan tetapi tidak menjalankan usaha sendiri melainkan menjalankan usaha atau memimpin usaha orang lain. Wiramanajer adalah manajer yang meng-implementasikan ide-ide wirausahawan menjadi sesuatu yang menguntungkan bagi organisasi/perusahaan (pinchott III, 1985). Tanri Abeng yang pernah menjadi manajer Bakri Group dan PT Multi Bintang adalah contoh seorang wiramanajer yang berhasil.

Wirakaryawan adalah para karyawan yang memiliki kemampuan sebagai wirausahawan tetapi karena sebab-sebab tertentu mereka memilih untuk bekerja di suatu perusahaan/organisasi. Mereka adalah karyawan dari segala lapisan manajemen yang dapat meng-implementasikan ide-ide yang inovatif di dalam struktur perusahaan yang ada (Lynn dan Lynn, 1992).

Ultramanajer. Adalah orang-orang yang memiliki kemampuan untuk membuka bidang usaha baru di berbagai tempat dengan pendekatan yang inovatip.

Pendidik/pemikir. Belajar kewirausahaa dapat pula dimanfaatkan untuk menjadi pendidik atau pemikir dalam kewirausahaan. Mereka adalah orang-orang yang mempelajari kewirausahaan tetapi bukan bermaksud untuk menjadi pelaku yang berhubungam dengan kewirausahaan, melainkan untuk kepentingan pendidikan atau menganalisis sesuatu yang membutuhkan pengetahuian tentang kewirausahaan.

Demikian artikel semoga menjadi inspirasi dan dapat bermanfaat bagi para calon pengusaha baru.

Jumat, 29 April 2016

Bagaimana Cara Mencari Alternatif Permodalan

Mencari Alternatif Permodalan

Mencari Alternatif Permodalan 

Telah diuraikan pada awal tulisan, modal memegang peran penting dalam setiap usaha. Oleh karena itu sering kali orang menyangka bahwa sukses usaha hanya ditentukan oleh jumlah modal yang dimiliki. Sesungguhnya modal memang penting, tetapi perannya dalam suatu usaha tidak semata-mata dilihat dari jumlah modal, akan tetapi yang lebih utama adalah dari pengelolaan modal tersebut. Salah satu bentuk pengelolaan modal adalah dalam bentuk mencari alternatif yang tepat dari permodalan. 

Pietra Sarosa (2004) memberi kiat mencari alternatif permodalan ini adalah dengan memperhitungkan hal-hal berikut. 

1 “Langkah awal mempersiapkan modal”, yang menurutnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan modal, yaitu: 

a) Hitung kebutuhan modal 
Untuk memulai suatu usaha maka harus diperhitungkan beberapa besarnya kebutuhan modal, baik modal kerja (biasanya modal awal beroperasi) maupun kebutuhan modal keseluruhan. 

b) Siapkan modalnya. 
Menyiapkan modal yang dibutuhkan tidaklah mudah, apalagi bila perusahaan atau wirausaha tidak mampu menyediakan modal sendiri yang besar yang dapat memenuhi semua kebutuhan modal. Alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan mencari sumber modal di luar modal sendiri. Pietra Sarosa (2004) memberi cara untuk menyiasati kebutuhan modal usaha sebagai berikut . 
1) Cobalah untuk menekan kebutuhan modal Anda 
2) Pandai-pandai dalam mengatur prioritas modal 
3) Jagalah kepercayaan yang diberikan pihak lain kepada kita. 

c) Siapkan dana cadangan untuk 6-12 bulan ke depan

Perusahaan yang baru biasanya tidak langsung memperoleh laba yang dapat digunakan sebagai modal selama perusahaan beroperasi, sedangkan kebutuhan perusahaan tidak dapat ditunda. Oleh karena itu, perusahaan harus dapat menyediakan dana cadangan untuk memenuhi kebutuhan modal selama perusahaan belum menghasilkan (misalnya untuk 6 sampai 12 ke depan)

2 Sumber-sumber permodalan

Untuk dapat memenuhi kebutuhan modal maka ada beberapa sumber permodalan yang dapat dijadikan sebagai alternatif sumber modal, yaitu.

a) Modal sendiri, adalah modal yang biasanya berasal dari pemilik 

b) Modal pinjaman adalah yang berasal dari pihak ketiga atau kreditur baik bank atau lembaga keuangan bukan bank. 

c) Modal ventura, adalah modal yang diperoleh dari kerjasama dengan pihak lain 

Demikian artikel semoga menjadi inspirasi dan dapat bermanfaat bagi para calon pengusaha baru.

Kamis, 28 April 2016

Bagaimana Mengalokasikan / Menggunakan Uang Untuk Mendatangkan Keuntungan Bagi Perusahaan

Bagaimana  Mengalokasikan / Menggunakan Uang Untuk Mendatangkan Keuntungan Bagi Perusahaan

Investasi (penggunaan uang) 

Masalah investasi menyangkut masalah pengalokasikan dana untuk berbagai kebutuhan, baik kebutuhan operasional maupun untuk program atau proyek tertentu yang diharapkan memberi manfaat dan laba bagi perusahaan. Seorang manajer keuangan atau seorang wirausaha harus dapat mengalokasikan dananya secara tepat; memenuhi unsur-unsur prinsip usaha yaitu efektif, efisien dan produktif, agar perusahaan memperoleh keuntungan. 

Berbicara tentang pengalokasian dana, sebenarnya berbicara tentang dua kepentingan yang sering sekali tidak sejalan (trade off). Kepentingan pertama adalah keinginan perusahaan untuk menahan atau memiliki uang kas yang besar yang tujuannya untuk menjaga likuiditas finansial. Kepentingan kedua adalah kebutuhan untuk melakukan investasi pada proyek jangka panjang yang memiliki peluang untuk memberikan laba bagi perusahaan. Artinya, perusahaan memiliki dua kepentingan, apakah perusahaan akan lebih mementingkan likuiditas finansial (artinya memiliki uang kas yang selalu tersedia untuk kepentingan jangka pendek) atau apakah semua dana yang ada diinvestasikan pada usaha yang ada (misalnya menambah modal untuk produksi atau pengadaan bahan baku dan mesin-mesin)? Kepentingan pertama memberikan dampak pada finansial perusahaan. Dari kepentingan pertama ini, perusahaan selalu dalam keadaan mampu membayar kewajiban-kewajiban jangka pendek (membeli bahan baku, membayar gaji karyawan atau membayar cicilan utang), tetapi ada yang menganggur atau tidak produktif. 

Sebaliknya, kepentingan kedua berdampak pada kondisi finansial dengan kondisi perusahaan tidak memiliki dana yang cukup untuk membayar kewajiban-kewajiban jangka pendek, tetapi perusahaan memiliki peluang untuk mendapat laba yang besar dari sejumlah dana yang diinvestasikan atau ditanamkan pada kegiatan usaha. 

Dilihat dari waktu penggunaan, ada dua bentuk pengeluaran atau alokasi dan, yaitu. 

1) Pengeluaran jangka pendek 

Pengeluaran jangka pendek adalah pengeluaran yang digunakan untuk mendukung produksi dan aktivitas penjualan saat ini, disebut juga dengan “biaya operasi”. 

Pengendalian pengeluaran uang yang bersifat jangka pendek ini dimaksudkan agar perusahaan memiliki kas yang cukup untuk biaya operasionalnya, seperti untuk membeli bahan baku atau penolong, membayar gaji karyawan, membayar berbagai rekening serta untuk keperluan-keperluan jangka pendek lainnya. 

2) Pengeluaran jangka panjang 

Perusahaan juga mengeluarkan dana untuk keperluan investasi jangka panjang, atau yang dinamakan dengan investasi atas aktiva tetap, seperti membeli tanah, gedung, mesin-mesin dan alat produksi lainnya. 

Manajer keuangan atau seorang wirausaha harus memperhatikan sifat pengeluaran investasi berikut agar investasi dalam aktiva tetap ini mendatangkan keuntungan, yaitu: 
(a) Investasi aktiva tetap berjangka waktu panjang 
(b) Investasi aktiva tetap membutuhkan dana dalam jumlah besar 

Mengingat kedua sifat di atas, pengeluaran jangka panjang ini memiliki risiko tinggi. Dengan demikian, sebelum memutuskan untuk berinvestasi, diperlukan perhitungan manfaat (benefit) yang akan diterima dari investasi tersebut. Tiga tahap yang dapat dilakukan agar rencana pengeluaran tersebut memberikan manfaat (benefit) dan keuntungan (profit). 

a) Tahap pengembangan proposal usul investasi. 
Mungkin berupa usul investasi penggantian aktiva atau penambahan aktiva yang dimaksudkan untuk perluasan kapasitas produksi atau diversifikasi produk. 

b) Tahap menilai setiap proposal usul investasi. 
Hal utama dari tahap ini adalah menilai kelayakan finansial dari setiap proposal, yaitu dengan cara membandingkan cash-flow, baik aliran kas masuk (cash inflow) maupun aliran kas keluar (cash outflow) dengan tujuan untuk mengukur dampak finansial dari usul investasi tersebut. 

c) Tahap memutuskan diterima atau ditolak usul investasi. 
Setiap perusahaan belum tentu memiliki dana yang cukup untuk membiayai semua usul investasi. Oleh karena itu, tidak semua usul investasi dapat diterima untuk dilaksanakan. 
Untuk memutuskan hal ini, dilakukan: 
1) Analisis kualitatif atau pertimbangan financial, dalam hal ini dipilih usul investasi yang pada tahap dua memenuhi kelayakan financial, yaitu usul investasi yang memberi dampak baik manfaat maupun keuntungan bagi perusahaan; 
2) Analisis kualitatif atau pertimbangan nonfinansial, dalam hal ini maka akan dipilih usul investasi yang memiliki kesesuaian dengan rencana strategis perusahaan, yaitu yang dapat meningkatkan nilai perusahaan. 

d) Tahap pelaksanaan proyek dari usul investasi yang diterima.
Pelaksanaan akan melibatkan semua fungsi yang ada pada perusahaan karena proyek tersebut sudah menjadi proyek perusahaan, sehingga menjadi tanggung jawab semua fungsi atau bagian untuk melaksanakan sebaik-baiknya agar dampak secara finansial (berupa laba atau peningkatan kesejahteraan) maupun nonfinansial (berupa nilai tambah perusahaan) dapat tercapai.

Demikian artikel semoga menjadi inspirasi dan dapat bermanfaat bagi para calon pengusaha baru.

Rabu, 27 April 2016

Bagaimana Mendapatkan Modal Dengan Cara Yang Mudah dan Murah

Mendapatkan Modal Dengan Cara Yang Mudah dan Murah

Perencanaan keuangan 

Rencana keuangan adalah panduan atau pedoman yang disusun perusahaan untuk mencapai tujuan dan membantu peningkatan nilai perusahaan. Untuk itu biasanya perusahaan melakukannya dengan cara memperkirakan jumlah dan penetapan waktu investasi dan pembiayaan yang diperlukan. Dalam membuat rencana keuangan, seorang pengusaha atau wirausaha harus memiliki sikap positif sehingga dalam aktivitasnya merencanakan keuangan mengikuti sepuluh langka berikut 
a) menetapkan tujuan perencanaan keuangan perusahaan secara tepat 
b) menggunakan perencanaan keuangan sebagai motivator dan berusaha mengkomunikasikannya dengan pihak terkait; 
c) memastikan bahwa proses perencanaan diikuti pula oleh pengendalian dan selalu menginformasikannya pihak terkait; 
d) mengevaluasi strategi-strategi keuangan alternatif; 
e) mengumpulkan dan menetapkan target efisiensi baik jangka pendek maupun jangka panjang; 
f) mengembangkan sebuah perencanaan dengan membandingkannya terhadap prestasi standar yang sudah ditetapkan; 
g) memeriksa kebenaran perencanaan keuangan secara menyeluruh; 
h) meninjau kembali perencanaan keuangan serta merevisinya sehingga lahir kombinasi strategi yang tepat. 

Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan rencana keuangan ini, yaitu. 

1) Produk yang ada dan yang disusun untuk diproduksi. 
Hal ini untuk mengetahui berapa jumlah dana yang diperlukan. Jika produk yang akan dihasilkan merupakan produk yang sudah ada atau sudah berjalan maka tidak memerlukan tambahan modal yang begitu besar. Sedangkan bila akan dihasilkan pula produk-produk tambahan atau baru, maka akan membutuhkan tambahan modal yang cukup besar. 

2) Sumber daya manusia yang dimiliki dan yang akan direkrut. 
Hal ini untuk memperhitungkan apakah rencana produk yang akan dihasilkan didukung oleh sumber daya yang cukup atau tidak, apakah perlu sumber daya tambahan khususnya sumber daya yang memiliki keterampilan khusus. 

3) Pembiayaan yang diperlukan untuk memproduksi dan kegiatan penjualan. Jika rencana mengenai produk yang akan dihasilkan dan sumber daya yang dimiliki semuanya telah siap, maka akan dapat diperhitungkan berapa dana yang dibutuhkan sehingga dapat dicari alternatif sumber pembiayaannya.

Jika perencanaan keuangan telah dilakukan dengan baik maka masalah keuangan perusahaan akan dapat dikelola dengan baik pula. Hal ini sesuai dengan tujuan dari perencanaan keuangan, yaitu.
(a) Meningkatkan investasi dalam usaha; 
(b) Perubahan imbalan untuk para wirausaha; 
(c) Meningkatkan kemampuan laba dalam usaha; 
(d) Dapat memberikan harapan terhadap pertumbuhan usaha; 
(e) Meningkatkan efisiensi usaha. 

Selanjutnya untuk mengetahui apakah perencanaan keuangan benar-benar dapat mencapai tujuan sebagaimana di atas, lakukan evaluasi dan analisislah rencana keuangan tersebut. Dalam evaluasi yang dilakukan, diharapkan diperoleh jawaban:
a) Adakah faktor penghambat dalam merealisasikan rencana keuangan yang disusun? 
b) Apakah hambatan-hambatan tersebut berasal dari intern atau ekstern perusahaan dan apakah hambatannya bersifat finansial atau nonfinansial? 
c) Apakah investasi yang dilakukan memberi manfaat dan keuntungan? 
d) Apakah pelanggan puas dengan investasi yang dilakukan perusahaan? 
e) Apakah ada keinginan dari pengelola atau manajemen perusahaan untuk lebih mengembangkan investasi yang sudah dilakukan? 

Bila jawaban telah didapat dari pertanyaan-pertanyaan di atas maka rencana keuangan akan dapat disusun dengan lebih baik lagi.

Demikian artikel semoga menjadi inspirasi dan dapat bermanfaat bagi para calon pengusaha baru.

Selasa, 26 April 2016

Seberapa Pentingnya Masalah Keuangan Dalam Usaha

Seberapa Pentingnya Masalah Keuangan Dalam Usaha
Dalam setiap organisasi, khususnya organisasi usaha atau perusahaan terdapat berbagai fungsi atau bagian, antara lain fungsi personalia, fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi pengadaan, dan fungsi keuangan. Kesemua fungsi yang ada tersebut berjalan secara sinergis sebagai satu kesatuan menuju ke arah atau tujuan yang sama. Oleh karena itu, bila salah satu dari fungsi tersebut tidak berjalan baik, maka akan berdampak kurang baik pada fungsi-fungsi lainnya. Dari sekian fungsi yang ada dalam sebuah perusahaan, sebagian orang beranggapan bahwa keuangan memegang peranan strategis dibandingkan dengan fungsi-fungsi lainnya. Hal ini memang ada benarnya, walaupun pada kenyataannya semua fungsi memiliki peranan yang tak kalah penting. Sebenarnya fungsi-fungsi yang lainnya pasti berhubungan dengan fungsi keuangan, hal ini karena fungsi apapun selalu membutuhkan dana untuk setiap kegiatannya. 

Setiap organisasi usaha (perusahaan) menganggap bahwa masalah keuangan memegang peran sentral karena tanpa dana, perusahaan tidak akan berjalan dengan baik. Di sinilah peranan dana atau modal menjadi sangat penting, sehingga menuntut pimpinan perusahaan atau wirausaha untuk dapat mencari dana sesuai dengan yang dibutuhkan dari berbagai alternatif sumber, serta dapat mengalokasikannya secara efektif dan efisien. Oleh karena itu, setiap pimpinan perusahaan atau seorang Wirausaha harus dapat mengelola keuangan sedemikian rupa, sehingga tidak harus menempatkan masalah keuangan sebagai fokus dari semua permasalahan. Karena seorang wirausaha mempunyai banyak cara untuk mengatasi kesulitan, termasuk masalah keuangan, Di sinilah peranan manajemen keuangan, yaitu bagaimana perusahaan mencari atau mendapatkan dana yang dibutuhkan usahanya, serta bagaimana cara mengalokasikan atau menggunakan dana secara efektif dan efisien. 

Tak dapat dimungkiri bahwa setiap usaha atau perusahaan membutuhkan dana atau biaya untuk dapat beroperasi. Hal ini sebenarnya menjadi persoalan yang dihadapi hampir semua pengusaha, untuk mendapatkan uang dibutuhkan pengeluaran sejumlah uang sebagai modal awal. Pengeluaran tersebut seperti untuk membeli bahan baku dan penolong, alat-alat dan fasilitas produksi serta pengeluaran operasional lainnya. Dari barang-barang yang dibeli tersebut, perusahaan dapat menghasilkan sejumlah output yang kemudian dapat dijualnya untuk mendapat sejumlah uang kembali sebagai keuntungan. Bagian keuntungan ini sebagian dipergunakan untuk memperbesar modal agar menghasilkan uang sebagai keuntungan dalam jumlah yang lebih besar lagi, dan seterusnya begitu sampai pengusaha mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan atau target. Dari ini, dapat disimpulkan bahwa tidak satu usaha pun yang tidak memiliki modal atau uang sedikitpun, tetapi tidak ada pula perusahaan yang langsung berhasil mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar. Semuanya berproses dan bertahap yang membutuhkan kesabaran dan kecermatan dalam pengelolaannya.

Oleh karena itu, setiap pengusaha sebelum menjalankan suatu usaha maka perlu terlebih dahulu menjawab berbagai pertanyaan berikut.

Dari mana dana diperoleh atau sumber dana yang manakah yang digunakan untuk membiayai jalannya usaha atau perusahaan? 

Berapa besar kebutuhan dana dan bagaimana pengalokasian dana? 
Apakah dana yang dialokasikan untuk suatu investasi akan menguntungkan atau tidak? 
Seberapa besar uang kas harus tesedia untuk menjamin kontinuitas usaha atau perusahaan? 
Berapa banyak uang yang akan ditanamkan dalam bentuk kredit atau pinjaman ke pelanggan? 
Berapa tingkat persediaan optimal yang harus dipertahankan? 

Keenam pertanyaan di atas semuanya berkaitan dengan masalah dana . Oleh karenanya, pengetahuan mengenai cara mengelola keuangan sangat dibutuhkan oleh seorang pengusaha atau manajer keuangan.

Demikian artikel semoga menjadi inspirasi dan dapat bermanfaat bagi para calon pengusaha baru.

Senin, 25 April 2016

Cara Merancang Permodalan Dalam Usaha

Cara Merancang Permodalan Dalam Usaha
Masalah keuangan merupakan masalah sensitif dan memiliki peran sentral dalam setiap aktivitas, baik aktivitas organisasi usaha (yang berorientasi profit) maupun aktivitas organisasi nirlaba. Hal ini menunjukkan peranan dana atau modal menjadi sangat penting, sehingga menuntut pimpinan perusahaan atau seorang wirausaha untuk dapat mencari dana sesuai dengan yang dibutuhkan dari berbagai alternatif sumber, serta dapat mengalokasikannya secara efektif dan efisien. Dua masalah ini (mencari dan mengalokasikan dana) sama–sama menuntut kecermatan, karena salah dalam membuat keputusan keuangan akan berdampak panjang terhadap daya hidup usaha/perusahaan. 

Oleh karena itu diperlukan perencanaan yang matang dalam memutuskan sumber modal yang akan digunakan (apakah modal sendiri atau sebagian modal pinjaman), begitupun dalam mengalokasikan modal yang telah dimiliki kedalam berbagai bentuk investasi. Dalam hal ini maka peranan manajemen keuangan menjadi sangat penting, apalagi bila menyangkut investasi yang membutuhkan dana besar. 

Berbicara tentang pengalokasian dana, sebenarnya berbicara tentang dua kepentingan yang sering sekali tidak sejalan (trade off). Kepentingan pertama adalah keinginan perusahaan untuk menahan atau memiliki uang kas yang besar yang tujuannya untuk menjaga likuiditas finansial. Yang kedua adalah keinginan atau kepentingan untuk memperoleh keuntungan melalui optimalisasi penggunaan modal. Memilih satu diantaranya , berarti akan mengorbankan yang satu lagi. Sedapat mungkin manager keuangan atau pimpinan harus menseimbangkan kepentingan keduanya, sehingga perjalanan usaha tidak sebatas mendapatkan keuntungan saat ini yang bersifat sementara tetapi harus berorientasi jangka panjang. 

Akhirnya kesuksesan wirausahawan dalam pengelolaan modal akan memberikan manfaat kepada pihak lain karena akan melahirkan kepercayaan dan dapat mengembangkan usaha yang dapat menyerap tenaga kerja. Artinya dengan pengelolaan modal yang tepat tidak hanya akan mendatangkan sekadar keuntungan berupa laba (profit), tetapi juga kemanfaatan (benefit) secara umum.

Demikian artikel semoga menjadi inspirasi dan dapat bermanfaat bagi para calon pengusaha baru.

Rabu, 19 Agustus 2015

Waktu Yang Tepat Untuk Memulai Usaha

Waktu Yang Tepat Untuk Memulai Usaha
Persiapan untuk sebelum memulai usaha skala rumah tangga adalah persiapan modal dan perlengkapan usaha. Sebagaimana disebutkan pada kata pengantar, saat baru memulai usaha makanan skala rumah tangga umumnya membutuhkan modal relatif kecil. Usaha pembuatan susu kacang kedelai misalnya, hanya membutuhkan biaya ivestasi (pembelian pelengkapan usaha) sekitar tiga juta rupiah dan biaya operasional perbulan hanya sekitar dua juta rupiah. Biaya investasi tiga juta rupiah pun dengan asumsi semua perlengkapan usaha yang digunakan adalah baru atau dibeli pada saat akan menjalankan usaha.

Modal dapat dikurangi dengan cara menggunakan secara maksimal peralatan yang ada dirumah, misalnya kompor, panci, penggorengan, blender, oven, ataupun mixer. Setelah usaha berjalan lancar dan pelanggan berdatangan, berbagai peralatan khusus dapat dibeli untuk mengimbangi kenaikan jumlah produksi.

Kadang-kadang, meskipun secara teknis usaha dapat dijalankan (perlengkapan usaha, walaupun sederhana sudah dimiliki dan modal walaupun sedikit sudah ada) tetap saja keraguan muncul. Hal ini dapat terjadi karena sebelumnya belum pernah menjalankan usaha sehingga ragu-ragu untuk memulai.

Jika menunggu “segalanya” sempurna, usaha (apa pun jenisnya) tidak akan dijalankan. Karena, seperti kata pepatah, tak ada yang sempurna didunia ini. Tak ada gading yang tak retak. Pengetahuan terkait sebelum menjalankan usaha memang diperlukan, persiapan matang dibutuhkan. Namun, hanya tindakan yang akan menghasilkan perubahan.

Keunggulan Usaha Makanan Skala Rumah Tangga

Keunggulan Usaha Makanan Skala Rumah Tangga
Usaha makanan beragam jenisnya, salah satunya usaha makanan skala rumah tangga (home industry makanan). Menurut badan pusat statistik, usaha rumah tangga adalah usaha yang dijalankan oleh 1-4 orang. Sementara, badan pengawasan obat dan makanan mendefinisikan industri rumah tangga sebagai suatu perusahaan pangan yang memiliki tempat usaha ditempat tinggal dengan peralatan pengolahan pangan manual hingga otomatis.

1. Tidak Perlu Pusing Memikirkan Lokasi Usaha

Kita ambil contoh usaha pembuatan susu kacang kedelai (bisa diterapkan untuk jenis-jenis usaha lain). Biarkan orang lain membuka warung atau toko ditempat strategis. Ketika kita sudah mulai memproduksi dengan begitu mudahnya kita dapat menitipkan produk ke berbagai warung atau toko yang kita anggap strategis dan ramai pembeli. Kita utang, pemilik toko juga utang.

2. Daerah Pemasaran dan Jumlah Konsumen Tidak Terbatas

Banyaknya anda membuka suatu toko. Umumnya pembeli yang datang hanya yang berada (tinggal) disekitar toko. Bisa juga orang yang kebetulan lewat dan membutuhkan sesuatu lalu membeli ditoko anda. Sebaliknya, jika anda menjalankan usaha makanan skala rumah tangga. Belasa, puluhan, bahkan ratusan toko bisa anda titipi produk anda setiap harinya (tentu didukung oleh tenaga penjual yang jumlahnya memadai). Pasti terbayang banyaknya orang yang berpotensi menjadi konsumen produk anda.

3. Pembeli Datang Sendiri

Sebagian besar konsumen usaha makanan skala rumah tangga adalah pedagang. Maksudnya, mereka biasanya memberli dalam jumlah banyak untuk dijual kembali. Nah, biasanya konsumen “jenis” ini datang langsung ke tempat-tempat produksi. Tentunya menyenangkan, begitu selesai produksi sudah ada yang langsung membeli produk kita. Namun, semuanya tidak terjadi secara instan. Sebelum keunggulan ini anda nikmati, dua keunggulan diatas mesti anda “jalani” dan “rasakan” terlebih dahulu.

4. Dapat Melibatkan Seluruh Anggota Keluarga

Keuntungannya, anggota keluarga yang terlibat minimal memiliki pengetahuan menjalankan suatu usaha. Sebaiknya, usaha yang dijalankan bersama anggota keluarga tetap memiliki aturan serta pembagian hak dan kewajiban yang jelas agar tidak ada masalah yang muncul dapat diselesaikan dengan baik dan tidak mengganggu hubungan keluarga.

5. Dapat Menyerap Tenaga Kerja

Tidak dapat dipungkiri, disekitar tempat tinggal kita masih banyak anggota masyarakat yang membutuhkan pekerjaan. Alangkah muliannya jika anda dapat menjadi salah satu pemecah masalah utama bangsa ini (setidaknya dapat mengurangi sebagian kecil pengangguran) dengan merekrut mereka sebagai tenaga kerja. Bisa jadi, awalnya anda memulai usaha makanan skala rumah tangga karena tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Namun, setelah usaha yang adna jalankan berjalan baik, anda malah dapat memberikan pekerjaan kepada orang lain.

6. Peluang Memasarkan Produk ke Supermarket

Supermarket dapat dilibatkan sebagai “display” raksasa yang memajang ribuan produk. Hal ini tentu diimbangi dengan jumlah konsumen yang datang ke supermarket. Dengan dapat masuknya produk anda ke supermarket, tentunya skala pemasaran semakin luas dan jumlah konsumen yang membeli produk anda semakin banyak.

Memasukkan barang ke supermarket tentunya tidak sesederhana menitipkan barang ke warung atau toko. Agar dapat masuk ke supermarket, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Misalnya produk yang dihasilkan harus spesifik. Artinya, produk setidaknya memiliki keunikan baik dari jenis bahan baku, rasa, maupun kemasan yang membedakan dari produk lain. Selain itu, kemasan produk harus dibuat sesuai standar kemasan makanan. Produk juga harus memiliki izin dari dinas kesehatan.

Secara lebih rinci cara dan persyaratan memasukkan produk ke supermarket dapat diketahui melalui PDKM (Pusat Dagang Kecil dan Menengah). Para pelaku usaha didaerah dapat menghubungi PDKM ditingkat provinsi yang berada dibawah naungan Departemen Perdagangan.

Strategi Memulai Usaha Minuman dan Aneka Snack

Strategi Memulai Usaha Minuman dan Aneka Snack
Usaha minuman dan snack ala rumahan seperti halnya usaha lain yang memerlukan strategi usaha agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. Strategi tersebut terkait dengan cara untuk memulainya karena usaha minuman dan snack merupakan usaha yang mudah dimulai sekaligus mudah berakhir. Jelasnya, usaha ini memiliki entry barrier rendah alias mudah ditiru orang lain.
 
Alasan kemudahan proses pembuatan dan modal yang kecil memberikan peluang besar bagi siapa pun untuk memulai usaha minuman dan snack. Usaha ini tidak mengharuskan seseorang memiliki kompetensi khusus untuk memenuhi syarat menjadi pengusaha minuman dan snack. Seseorang tanpa pendidikan pun mampu menjadi pengusaha minuman dan snack.

Berikut beberapa strategi memulai usaha minuman dan snack agar tidak terjebak ke dalam persaingan ketat.

1. Pahami kondisi pasar snack dan minuman populer.
 
Anda wajib mengetahui kondisi pasar di bidang usaha minum dan snack sebelum memulai usaha tersebut. Kondisi yang perlu dipahami meliputi persaingan usaha (banyak sedikitnya pelaku usaha), tren yang sedang berkembang, karakter usaha hingga cara memasuki pasarnya. Misalnya tren snack dalam kemasan kecil atau minuman kemasan menjadi alternatif pilihan.

Selanjutnya, target penjualan menjadi salah satu hal yang harus dipahami. Artinya, anda harus menentukan kemana produk tersebut akan dijual. Pulihan bisa jatuh pada penjualan dipasar tradisional, pasar modern, atau usaha lainnya. Anda cukup memilih satu segmen yang paling anda pahami perilaku pembeliannya sehingga usaha lebih fokus dan berkembang.

2. Ciptakan perbedaan unik pada produk.

Salah satu upaya untuk membuat produk mudah diingat konsumen adalah menciptakan perbedaan atau keunikan produk. Hal ini menjadi tugas penting karena pelaku usaha kuliner sangat banyak. Coba tanyakan pada diri anda, “apa kelebihan produk anda sehingga konsumen dengan mudah dan cepat mengingatnya?”

3. Hitung target pasar yang akan digarap.

Menghitung target pasar berarti memiliki tujuan akhir untuk memperbesar skala usaha. Target pasar yang jelas berkaitan erat dengan jumlah investasi dan biaya yang akan dikeluarkan. Jika modal anda minim, sebaiknya dimulai dengan skala kecil.

4. Hitung investasiperalatan yang dibutuhkan.

Setelah menetapkan pasar dan segmentasinya perlu dihitung kebutuhan investasi yang diperlukan. Usaha ini dapat dimulai dengan modal dibawah lima juta asalkan omzet disesuaikan dengan biaya yang dimiliki perhitungan investasi peralatan berkaitan dengan tahap penentuan harga jual produk.

5. Cari lokasi penjualan yang tepat.

Penentuan lokasi usaha kuliner sangat menentukan omzet penjualan. Lokasi yang tepat dan strategis bisa menjadi pilihan untuk mendekati pembeli potensial. Lokasi yang sembarangan membuat usaha anda sulit berkembang. Jika target yang dibidik adalah minuman populer untuk anak sekolah maka lebih tepat dijual dikantin sekolah.

6. Pahami cara pembuatan minuman dan snack populer dengan baik.

Memahami cara pembuatan produk berarti proses pembuatan produk dibuat secara terukur dan terstandar dengan baik. Pemahaman proses pembuatan dapat dipelajari dari kursus cooking class atau membaca buku usaha kuliner.

Minuman dan snack yang dijual harus sama, seragam bentuk, warna, rasa dan penampilannya. Perubahan produk akan menimbulkan keraguan konsumen. Tahapan ini sangat penting saat strategi yang dibuat sudah cocok sehingga butuh keteraturan dan uniformity produk. Pastikan juga bahwa bahan baku yang digunakan mudah didapat. Akan lebih baik lagi jika lokasi untuk memperoleh bahan baku dekat. Ketersediaan bahan baku adalah kunci dari kelancaran supply usaha minuman dan aneka snack. Strategi pasar harus dibarengi dengan kelancaran supply barang agar usaha tersebut berhasil.

7. Lakukan training pada karyawan.

Training karyawan sangat perlu dilakukan karena keahlian karyawan sangat menentukan produktivitas pengolahan snack dan minuman. Sementara itu, karyawan yang akan menjual snack dan minuman perlu dibekali keterampilan menjual baik berupa pelayanan yang prima hingga teknik bernegosiasi dengan konsumen.

8. Lakukan promosi pengenalan produk.

Promosi paling sederhana yang bisa dilakukan adalah memberikan “icip-icip” pada konsumen, menyebar brosur, atau mengundang beberapa teman untuk menikmati minuman dan snack yang dijual. Selain itu, promosi gratis dapat melalui internet, radio atau iklan dikoran.

9. Lakukan evaluasi

Tahapan evaluasi dapat dilakukan secara menyeluruh mulai dari strategi market yang telah direncanakan sampai sistem manajemen pengolahan produk. Jika dalam proses aplikasi terdapat ketidaksesuaian maka perlu dilakukan tindakan perbaikan. Misalnya penyesuaian segmentasi yang salah, training ulang jika pelayanan kurang tepat, atau peninjauan ulang promosi jika produk masih belum dikenal orang. Evaluasi secara dini dapat mengetahui ketidaksesuaian lebih awal sehingga dapat menghemat biaya.

Beberapa tahapan strategi usaha diatas dapat dilakukan secara bertahap. Penyesuaian strategi dengan kondisi lingkungan dan pengusaha juga perlu dilakukan.

Tempat Potensial Untuk Menjual Produk Hasil Usaha Rumahan

Tempat Potensial Untuk Menjual Produk Hasil Usaha Rumahan
Pertanyaan yang sangat penting untuk dijawab setelah menemukan ide bisnis makanan atau minuman rumahan adalah “kemanakah harus menjual produk hasil usaha rumahan?”. Bisnis rumahan dengan modal yang terbatas memerlukan tempat penjualan yang paling potensial untuk memasarkan hasil produknya. Jika sarana penjualan sudah ditetapkan, maka produksi dapat segera dijalankan. Berikut ini beberapa tempat potensial untuk menjual produk hasil usaha rumahan :

1. Outlet Spesialis
Saat ini banyak berkembang outlet atau toko di kota besar yang khusus menjual snack dan oleh-oleh khas suatu daerah. Toko khusus ini banyak menjual snack yang diproduksi pengusaha rumahan hingga pabrik besar. Anda bisa memulai kerjasama dengan mereka jika jenis usaha yang dipilih adalah snack.

2. Supermarket atau Swalayan Jaringan
Supermarket atau swalayan jaringan banyak membuak peluang bekerjasama dengan usaha rumahan dalam bentuk “private label”. Artinya, anda menjadi supplier supermarket tersebut, tetapi memakai merk mereka.
Keunggulan dari kerjasama ini adalah menghemat biaya promosi karena pengenalan merk mereka menjadi tanggung jawab swalayan. Jika ingin menyuplai barang dalam jumlah banyak dikarenakan merk supermarket jaringan sudah cukup terkenal. Selain itu, anda dapat menjual produk dengan merek sendiri melalui swalayan tersebut. Namun, standar mutu dan sanitasi harus terjamin serta mendapatkan izin edar makanan dari dinas kesehatan setempat agar produk yang dijual dapat beredar secara legal.

3. Hypermarket
Tidak menutup kemungkinan, anda mempunyai bisnis rumahan dapat bekerjasama menjual produk di hypermarket. Bisnis yang dapat dilakukan adalah dalam bentuk retail maupun suplai produk makanan dalam bentuk bulk (kiloan). Hal yang perlu diperhatikan jika ingin bekerjasama dengan hypermarket adalah modal putaran yang besar karena permintaan yang besar dan jarang melakukan pembelian dengan putus. Selain itu, harus memiliki standar mutu dan sanatasi yang bagus serta izin dari dinas kesehatan pada kemasan. Keunggulan bekerjasama dengan hypermarket adalah mereka sudah punya nama besar sehingga anda tidak perlu upaya keras untuk memperkenalkan produk.

4. Lapak Pasar Tradisional
Lapak pasar merupakan sarana tradisional yang menjadi pengepul produk makanan atau minuman, kemudian dijual melaui agen atau pedagang keliling yang “kulak” ditempat tersebut. Lapak besar biasanya lebih mudah ditembus dengan pendekatan personal. Lapak tradisional memiliki kekuatan untuk mengenal dan menyimpan produk anda agar tidak diketahui atau dibeli agen.

5. Pedagang Asongan
Bekerjasama dengan pedagang asongan merupakan sarana yang cukup efektif dan cepat menjual produk makanan atau minuman. Keunggulan bekerjasama dengan pedagang asongan adalah penyebaran barang lebih cepat karena setiap hari menawarkan produk anda kepada penumpang dan orang dikeramaian.
Namun agar konsumen mudah mengingat produk yang diperdagangkan, anda perlu membuat kemasan produk semenarik mungkin dan merk yang jelas. Bekerjasama dengan pedagang asongan biasanya dibayar secara tunai (langsung dibayar) hari itu. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pastikan anda mengenal dengan baik “asongan” yang menjual produk anda.

6. Toko Kue
Toko kue adalah toko yang khusus menjual aneka kue basah dan kering. Anda bisa bekerjasama dengan toko kue untuk menitipkan barang dagangan. Jika barang dagangan banyak peminatnya, pemilik toko biasanya berani membayar tunai. Namun, jika penjualan produk anda biasa-biasa saja, mereka menetapkan sistem konsinyasi (dibayar sesuai banyaknya produk yang laku). Hal penting yang perlu diperhatikan adalah anda harus jeli memperhatikan tanggal kadaluarsa produk.

7. Warung Kopi
Warung nasi atau warung kopi dapat dijadikan alternatif tempat untuk menjual produk rumahan. Anda bisa memulai usaha dengan menitipkan kue, minuman, jajanan atau makanan pokok. Sistem pembayaran yang bisa dilakukan pembayaran produk yang laku dengan sistem bagi hasil atau beli putus dengan harga jual yang ditetapkan pemilik warung.

8. Pedagang Sayur atau Kue Keliling
Pedagang sayur atau kue keliling dapat diajak kerjasama untuk menjualkan produk makanan atau minuman rumahan. Sistem pembayaran yang bisa dilakukan adalah pembayaran produk yang laku. Untuk penjualan produk yang tidak tahan lama, sebaiknya diperhatikan cara penanganan dan produk yang dijual sebaiknya dalam skala kecil.

9. Pedagang Gerobak Dipinggir Jalan
Pedagang gerobak yang ada dipinggir jalan, dapat dimanfaatkan sebagai sarana potensial untuk menitipkan snack kering.

10. Outlet Sendiri
Membuat gerai atau outlet sendiri merupakan hal yang paling ideal dilakukan untuk menjual produk makanan dan minuman usaha rumahan. Dengan membuka outlet sendiri akan lebih fokus dalam menjual produk. Jika dititipkan biasanya kurang perhatian. Beberapa bisnis rumahan yang efektif dibuatkan outlet sendiri adalah bisnis bakso, siomay, roti bakar dan snack.

11. Kantin Sekolah atau Kantor
Perusahaan atau kantor, biasanya menyediakan kantin tempat makan bagi seluruh karyawannya. Produk makanan olahan dapat anda titipkan dan jual di kantin tersebut. Sistem yang digunakan biasanya sistem jual diwarung. Kadang-kadang dibeli putus sehingga harga ditetapkan oleh pemilik kantin.

12. Katering atau Food Service
Katering makanan untuk acara hajatan, perkawinan, pesta atau seminar. Bisa juga food service yang melayani makan perusahaan besar, seperti pengeboran minyak, perusahaan besar multinasional, pelayaran, dan lain-lain. Biasanya membutuhkan menu kudapan maupun makanan utama untuk melengkapi rangkaian menu mereka. Keuntungan bekerjasama dengan katering adalah pembeli yang sudah pasti untuk menyediakan makanan pada acara tertentu. Namun layaknya sebuah acara tidak setiap hari permintaan tersebut anda terima.

13. Kafe dan Restoran Siap Saji
Beberapa kafe dan restoran siap saji biasanya jarang menyediakan snack sendiri. Hal ini membuka peluang bagi anda untuk bekerjasama melengkapi menu yang ditawarkan. Menu yang anda siapkan biasanya sesuai dengan standar menu yang diinginkan pihak kafe.

14. Hotel
Bisnis kuliner rumahan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan kerjasama dengan pihak hotel. Anda bisa mengajukan penawaran produk untuk suplai kebutuhan hotel, misalnya untuk melengkapi snack bar hotel.

Promosi Sederhana Pengusaha Rumahan

Promosi Sederhana Pengusaha Rumahan
Usaha rumahan bukan berarti tidak mengenal promosi. Promosi dapat sesuai dengan kondisi keuangan dan kebutuhan. Manfaat promosi adalah memperkenalkan produk yang dijual. Dalam situasi persaingan yang ketat, promosi dapat dijadikan sarana untuk mengenalkan produk.

Berikut ini beberapa promosi sederhana dan efektif yang dapat dilakukan pengusaha rumahan dengan modal kecil :

1. Sampling terbatas
Sampling terbatas, yaitu memberi uji coba makanan atau minuman yang dijual kepada agen atau penjual agar mereka mengenal produk yang dijual. Dengan cara ini, penjual yang telah mencicipi dan mencoba akan menceritakan keunggulan produk yang ada tawarkan kepada orang lain. Hal yang harus diperhatikan adalah mencari situasi yang tepat untuk memperkenalkan kepada konsumen.

2. Membuat Spanduk
Pembuatan spanduk berfungsi untuk mempermudah konsumen membaca dan mengenal serta memudahkan pencarian alamat usaha anda.

3. Menyebar Brosur atau Kartu Nama
Anda dapat membuat brosur sederhana yang berisi keunggulan produk, harga jual, kemasan, alamat, nomor telepon yang dapat dibuhungi. Penyebaran brosur yang dilakukan harus tepat sasaran agar menghemat biaya. Misalnya, memberikan brosur tentang ayam siap saji kepada ibu-ibu arisan atau ibu-ibu yang sedang menunggu anak sekolah atau dalam aktivitas santai.

4. Aktif Mengikuti Pameran
Pameran yang sering diadakan pemerintah atau lembaga swasta dapat anda jadikan sarana promosi agar produk yang dijual dikenal banyak orang. Lembaga yang sering mengadakan pameran, antara lain Departemen Perdagangan, pemerintah kota, koperasi atau lembaga swadaya lainnya.

5. Anggota Kelompok Usaha Kecil
Menjadi anggota kelompok pengusaha kecil yang terbesar diseluruh kota dapat dijadikan sarana untuk bertukar informasi dan pengalaman dengan pengusaha lain.

6. Memasang Iklan Mini
Memasang iklan mini pada surat kabar merupakan salah satu media promosi yang sangat terjangkau bagi pengusaha kecil untuk mengenal produk yang dijual kepada konsumen.

Selasa, 18 Agustus 2015

Strategi Memulai Bisnis Kuliner

Strategi Memulai Bisnis Kuliner
Meskipun kuliner (makanan dan minuman) skala rumah tangga memiliki potensi pasar yang besar dan mudah dalam memulai usahanya, bukan berarti bisnis tersebut tidak memerlukan strategi dan cara yang tepat. Pasar yang besar dengan jumlah pemain yang banyak merupakan sebuah ancaman dan tantangan bagi kelangsungan bisnis anda. Karena itu, perlu beberapa strategi yang dilakukan. Berikut ini beberapa faktor penting untuk mengembangkan bisnis kuliner skala rumah tangga.

Menentukan dan Mempelajari Jenis Makanan atau Minuman

Langkah awal memulai bisnis kuliner adalah menentukan jenis produk makanan atau minuman skala rumah tangga yang akan dipilih. Setelah itu, mempelajari karakteristiknya, dari keberadaan bahan baku, peralatan yang dibutuhkan, cara membuat, kegunaan, cara mengonsumsi, cara penyimpanan, hingga proses pendistribusian. Semua informasi dapat anda peroleh dari literatur, pengalaman atau wawancara langsung dengan pembeli dan pedagang yang ada. Dengan mempelajari karakteristik produk yang akan dikembangkan, anda bisa menghitung kebutuhan modal dan menentukan standar operasional pembuatan.

Mengenal Target Pasar dan Segmentasi Konsumen

Setelah anda yakin dengan jenis produk yang akan dikembangkan, perlu ditentukan segmentasi pasar yang akan dibidik. Segmentasi adalah pembagian konsumen berdasarkan kriteria tertentu. Segmentasi dimaksudkan untuk memudahkan anda fokus dalam mengenali konsumen yang akan membeli produk yang dijual. Pembagian yang sanyat mudah adalah membagi pasar secara ekonomi, yaitu segmen atas yang memiliki daya beli tinggi, segmen menengah dengan daya beli sedang dan segmen bawah yang berkantong tipis. Namun, pengertian segmentasi tidak terbatas pada pembagian ekonomi saja, tetapi juga wilayah, misalnya daerah kota atau desa, berdasarkan usia (tua, muda, anak-anak) dan sebagainya. Masing-masing kelompok memiliki ciri dan kepentingan sendiri saat membeli produk.

Rabu, 12 Agustus 2015

Fungsi Rumah Dalam Usaha Rumahan

Fungsi Rumah Dalam Usaha Rumahan
Keberadaan rumah untuk usaha rumahan memiliki peran yang sangat penting. Rumah dalam usaha rumahan dapat memiliki beberapa fungsi sebagai berikut.

1. Menjadikan rumah sebagai tempat produksi.

Ada baiknya hal ini ada pikirkan dari awal. Anda sekarang sudah memutuskan bahwa pusat produksi ada dirumah. Namun demikian, sebaiknya anda masih berpikir untuk menyisakan ruangan bagi tempat berkumpul keluarga. Sehingga aktivitas produksi tidak terlalu mengganggu suasana rumah.

Satu hal lagi yang tidak boleh terlupakan adalah, meskipun produksi dilakukan dirumah, anda tetap harus mempertahankan standar kualitas produk atau jasa anda sehingga produk atau jasa anda tetap kompetitif dan digemari para konsumen.

2. Menjadikan rumah sebagai tempat pemasaran.

Agar konsumen cepat mengenali tempat usaha anda, sebaiknya anda menggunakan media promosi, misalnya : menempatkan standing banner diteras depan, menempelkan poster dipagar rumah dan lain sebagainya. Menjadikan rumah sebagai tempat produksi sekaligus pemasaran.

Tips Memilih Partner Usaha

Tips Memilih Partner Usaha
Banyak orang yang dapat terlibat dalam menjalankan usaha anda. Salah satunya melibatkan teman terdekat untuk menjadi partner usaha anda. Nah, hal yang perlu anda cermati adalah teman terdekat seperti apakah yang bisa dijadikan partner usaha anda tersebut? Berikut beberapa hal yang patut menjadi pertimbangan anda.

1. Keahlian 
 
Apakah partner usaha yang akan dipilih mempunyai keahlian lebih dan berbeda dari anda? Misalnya : paham akuntansi, pembukuan, desain dan lain-lain.

2. Pengalaman 
 
Tentu situasinya akan berbeda ketika anda menjalankan usaha dengan rekan yang pernah dan yang belum pernah sama sekali terjun ke dunia usaha. Begitu juga ketika anda bekerja sama dengan rekan yang pernah berbisnis tapi di bidang yang berlainan. Hal ini tentu saja jangan menjadi hambatan bagi usaha anda. Malah harus sebaliknya, hal ini sebaiknya anda jadikan sebagai sebuah peluang untuk melihat dan menjalankan konsep usaha anda dari sudut pandang yang baru.

3. Modal 
 
Bisa jadi partner usaha anda menanamkan modal dengan jumlah yang sama ataupun berbeda dengan anda. Perbedaan jumlah modal yang ditanamkan tentunya menyebabkan pembagian keuntungan bersih menjadi berbeda pula. Oleh karena itu, sebaiknya hal ini sudah dirundingkan dan disepakati dari awal dengan partner anda sehingga tidak memunculkan kesalahpahaman dikemudian hari. Buatlah kesepakatan ini secara tertulis.
Selain ketiga hal diatas, sebuah artikel berjudul Choosing A Business Partner yang ditulis David Berghouse menyebutkan adanya kriteria-kriteria lain yang juga sangat pending dalam memilih calon partner usaha anda, yaitu :
a. Berhubungan dengan kepribadian dan sifat partner usaha yang bersangkutan. Ini menjadi hal yang cukup krusial terutama jika usaha anda menghadapi sebuah masalah, penurunan omzet, dan lain-lain.
b. Memahami emosi dan sifat masing-masing kan menjadi isu lain yang cukup menantang. Karena ternyata, mempunyai mimpi dan tujuan yang sama belum cukup untuk menghadapi atau mengatasi tantangan-tantangan yang mungkin muncul selama menjalankan usaha.
c. Cara kerja. Ada partner usaha yang cara kerjanya sanyat sistematis, tetapi ada juga yang asal-asalan alias tidak punya sistematika kerja yang teratur dan rapi.
d. Kepercayaan. Bagaimana anda menilai seorang partner usaha yang dapat dipercaya? Cukup sulit dan memerlukan waktu yang tidak sebentar, salah satunya menyangkut berapa lama masa pengenalan anda berdua. Selain itu, rekomendasi dari rekan lain atau lingkungan sekitar yang bisa dipercaya pun bisa jadi salah satu masukan.
e. Hal penting lain yang harus diperhatikan adalah andapun harus realistis bahwa tidak ada yang sempurna sehingga perlu memberi kelonggaran terhadap adanya ketidaksempurnaan karena sejujurnya, mungkin anda pun belum menjadi partner usaha yang sempurna.